Minum kopi atau biasa kita sebut ngopi sudah menjadi seperti budaya kita sebagai orang Indonesia. Sejak dulu, kita sudah terbiasa untuk menenggak minuman yang katanya bisa membuat kita bertahan untuk tidak tidur ini. Beruntungnya lagi Indonesia memiliki banyak sekali daerah yang memproduksi biji kopi dengan karakter yang berbeda-beda.

Warung kopi juga sekarang mulai menjadi incaran para pelancong yang datang ke Jogja. Artikel ini akan membahas beberapa warung kopi unik yang bisa menjadi tujuan alternatif saat berkunjung ke jogja.

Kedai Kopi Merapi

(sumber instagram @aprilnino)

Merapi adalah sebuah gunung berapi yang sangat aktif, bahkan salah satu yang paling aktif di dunia. Oleh karena itu tidak heran bahwa tanah di sekitarnya sangat subur. Tumbuhan apa saja bisa tumbuh termasuk kopi. Keadaan tersebut tidak disia-siakan oleh Pak Sumijo. Beliau mendirikan sebuah kedai kopi di daerah bekas erupsi merapi 2010.

Kedai kopi ini tepat berada disamping rute jeep yang hendak mengantarkan wisatawan untuk lava tour merapi. Keadaan itu membuat kedai kopi merapi ini menjadi alternatif tempat beristirahat seusai memacu adrenalin di lava tour merapi.

Kokohnya Merapi menjadi latar belakang tempat yang indah. Bangunan yang sederhana pun sangat menambah kesan pedesaan. Hanya saja, jalan menuju kesini sangat susah dan rusak parah karena memang dilalui oleh jeep dan truk penambang pasir.

Kopi Klothok Pakem

(sumber instagram @rike.edel)

Masih di daerah utara Jogja, berdiri sebuah warung kopi yang menyajikan kopi klothok dengan suasana persawahan dengan latar Gunung Merapi. Kopi klothok sendiri biasanya mudah ditemukan di daerah jawa bagian timur. Pengolahannya adalah dengan merebus bubuk kopi bersama dengan air, ketika air mendidih akan terdengar suara ‘klothok-klothok’, oleh karena itu kopi ini dinamakan kopi klothok.

Selain menjual kopi klothok, Kedai Kopi Klothok Pakem ini juga menyediakan menu makan yang disajikan secara buffet alias prasmanan alias ambil sendiri-sendiri. Menunya–pun menu makanan yang sederhana khas makanan orang desa seperti sayur lodeh, tahu, tempe, sambal terasi dan lain-lain.

Satu lagi yag tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung kesini adalah pisang gorengnya yang sangat ciamik. Jangan heran jika kita akan menemua antrian panjang sangat ingin mengambil pisang yang digoreng dadakan tersebut.

Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat

(sumber instagram @1yog4)

Berbeda dengan dua warung kopi sebelumnya yang menawarkan pemandangan gagahnya Merapi, Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat ini memberikan sensasi ngopi di tengah hutan tropis bahkan di tengah-tengah perkebunan kopi yang sangat rindang di kelilingi perbukitan menoreh. Warung kopi ini bisa kita kunjungi disela-sela kunjungan kita ke Kalibiru.

Pak Rohmat sebagai pemilik sekaligus petani dan pengolah kopi di daerah ini berhasil menjual biji kopi unik yang tumbuh di daerah pegunungan menoreh ini. Pohon kopi yang ditanam selang-seling dengan pohon coklat membuat akar kedua tanaman ini menyatu sehingga kopi yang dihasilkan mempunyai aroma coklat yang khas.

Cara penyajiannya pun unik, selain mendapat secangkir kopi, kita juga akan mendapat camilan pedesaan seperti kacang rebus, singkong dan tahu isi yang disajikan diatas nampanan yang terbuat dari kayu. Bagi yang tidak bisa menikmati kopi pahit pun di nampan tersebut sudah terdapat 3 pilihan gula yaitu gula pasir, gula aren padat dan gula aren cair.

Klinik Kopi

(sumber instagram @klinikkopi)

Bagi pecinta kopi, tempat ngopi terakhir dalam daftar ini adalah tempat yang wajib dikunjungi. Berbeda dengan 3 warung kopi di atas, Klinik Kopi adalah warung kopi yang mengusung tema paling modern.

Kenapa dinamakan klinik kopi karena disini tidak ada daftar menu. Untuk memesan kopi kita harus ber-konsultasi dengan barista secara langsung mengenai kopi seperti apa yang ingin kita minum. Memang terasa lama karena para pemesan harus antri satu-persatu untuk memesan tapi untuk rasa yang maksimal bukannya menunggu itu tak akan ada artinya.

Warung kopi yang namanya tambah booming berkat masuk ke salah satu tempat tujuan Cinta dan Rangga di film AADC 2 ini terletak di Jalan Kaliurang kilometer 8. Jangan heran jika anda mendapat nomer antrian yang besar saat tiba di tempat ini.


Itu tadi hasil ulasan tentang 4 warung kopi menarik yang bisa kita kunjungi untuk mengisi waktu luang di tengah liburan kita ke Jogja.