Salah satu lorong di Candi Borobudur [Sumber: @jaladwara]

Candi Borobudur dan lingkungannya seakan jadi magnet yang tak pernah melemah daya tariknya. Selalu saja ada hal baru dan aktivitas menarik yang bisa kita lakukan di sana. Tak hanya menyuguhkan monumen agung yang sudah masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia, Borobudur juga menawarkan semangat hidup manusia yang tinggal di sekitarnya. Jika kamu berkunjung ke Borobudur, ini serangkaian aktivitas yang bisa kamu coba di sana:

  1. Proses pembuatan gula kelapa

Membuka pagi di Dusun Maitan ditemani dengan kabut yang turun perlahan. Kamu bisa ikut Pak Muhajir, salah satu maestro pembuat gula kelapa di sini. Pak Muhajir akan memanjat tiga pohon kelapa untuk menyadap dan mengambil hasil sadapan bunga kelapa. Beliau memanjat kelapa setinggi sekitar 10 – 15 m tanpa menggunakan pengaman. Perlahan tapi pasti, kaki dan tangan Pak Muhajir berkoordinasi dengan baik mengantarkannya sampai ke puncak pohon kelapa.

Selanjutnya di dapur tradisional, Bu Kusniah, istrinya, sedang dalam proses memasak badek -air hasil sadapan bunga kelapa-. Kamu bisa bertanya sepuasnya tentang cara pembuatan gula Jawa ini. Bahkan selalu saja mereka menawarkan badek untuk kita cicip. Tak lupa gula Jawa yang baru matang dalam cetakan. Jangan lupa membeli gula di sini sebagai bagian dari mendukung keberlanjutan usaha mereka ya 🙂

Pak Muhajir sedang memanjat pohon kelapa untuk menyadap bunganya [Sumber: @jaladwara]

  1. Panen cabai dan tanaman yang lain

Panen cabai di kebun induk semang [Sumber: @jaladwara]

Merasakan pedasnya cabai yang dibeli dari pasar terdengar sudah biasa. Namun, bagaimana bila ikut memanen cabai bersama petaninya? Ikut warga lokal ke kebun mereka di pagi hari jadi satu hal yang wajib kamu coba di Borobudur. Tenang saja, kamu tak hanya berjumpa dengan kebun. Di sini kebun pun berlatar perbukitan Menoreh yang gagah dalam diamnya. Pemandangan indah dan sehat untuk mengawali harimu 🙂

  1. Berkunjung ke Borobudur

Ini jadi titik tujuan yang utama dan wajib dilakoni dengan khusyuk. Borobudur bukan hanya tumpukan batu dari abad ke 8 M lho. Jadi, akan sayang ketika kita hanya sibuk berswafoto di sana. Di sini kamu bisa lihat cerita-cerita yang punya pesan moral yang sifatnya universal. Tak peduli apa latar belakangmu, pesan yang disampaikan mengena dan masih relevan diterapkan di masa sekarang dan akan datang.

Stupa-stupa di bagian atas Candi Borobudur [Sumber: @jaladwara]

Ada beberapa cerita yang bisa kamu pilih untuk dilihat sebelum mencapai puncak. Di kaki candi sisi tenggara masih tersisa cerita Karmawibhangga tentang hukum sebab akibat. Relief di kaki candi ini menggambarkan kehidupan manusia yang masih diselimuti hawa nafsu. Di teras selanjutnya ada cerita Jatakaavadana, Lalitavistara, Bhadracari, dan Gandawyuha. Jika kamu ingin membaca beberapa cerita dari relief itu, kamu harus mengikuti arah jarum jam (dari kiri ke kanan).

  1. Makan siang di Warkopbor

Mumpung masih di Borobudur, kunjungi warung kopi dengan arsitektur tradisional ini. Terletak di Dusun Ngaran, warung ini menawarkan menu khas desa dengan cita rasa “sundul langit”. Makan enak, harga terjangkau, suasana memukau. Mungkin itu gambaran yang mewakili tempat ini. Di sini ada minuman jahe gratis sebagai ucapan selamat datang.

  1. Industri Makanan Ringan

Kawasan Borobudur terkenal juga dengan hasil bumi berupa singkong atau ketela. Tak heran ada beberapa sentra industri makanan kecil berbahan dasar singkong di sini. Sebut saja jetkolet. Kamu bisa singgah di “pabrik” rumahannya. Melihat mereka membuat getuk, menggoreng, dan menyajikan dalam bungkus-bungkus yang siap disebarluaskan, salah satunya ke Jogja. Jetkolet sangat direkomendasikan untuk dicicipi dan dikunjungi.

Sentra industri jetkolet [Sumber: @jaladwara]

  1. Bersepeda keliling desa

Ini adalah salah satu aktivitas yang harus kamu coba jika berkunjung ke Borobudur. Dengan bersepeda kita bisa leluasa mengulik Desa Borobudur juga desa-desa di sekitarnya. Jangan khawatir dengan kendaraan bermotor karena bersepeda di sini relatif sepi. Kamu bisa berhenti di mana pun kamu suka untuk sekedar berfoto atau bercengkerama dengan penduduk lokal.

Bersepeda pagi hari, berlatar perbukitan Menoreh [Sumber: @jaladwara]

  1. Sentra gerabah Klipoh

Peralatan gerabah dan proses pembuatannya sudah digambarkan di relief Borobudur. Saat ini, daerah terdekat dengan candi yang masih membuat gerabah dengan teknik tradisional ialah Klipoh. Kamu bisa mampir ke sini untuk sekedar melihat proses pembuatan gerabah. Mereka juga menyediakan paket wisata jika kamu tertarik untuk mencoba membuat gerabah sendiri.


Nah, rangkaian aktivitas menarik itu bisa kamu dapatkan jika menginap di rumah warga. Jika selama ini menginap di hotel atau losmen di sekitar Borobudur, tak ada salahnya sesekali mencoba tinggal satu atap dengan warga lokal. Salah satu dusun yang siap menerima kedatanganmu ialah Dusun Maitan, di sisi selatan Candi Borobudur. Silakan hubungi narahubung di sana sebelum kamu berkunjung.

***

Informasi homestay

Pak Naim: 0878 3997 3714


Kamu bisa ikuti rute PLUNQ untuk berkeliling Desa Borobudur. Atau ciptakan rutemu sendiri dan bagikan kepada pejalan yang lain 🙂