Kopi Klotok berlatar Gunung Merapi [Sumber: Kristanti Wardani]

Saya termasuk warga yang terpapar gelombang ketenaran Kopi Klotok Jogja di kawasan Pakem. Warung yang beroperasi sekitar setahun lalu ini mampu membuat saya menyempilkannya dalam daftar wajib kunjung tahun ini. Target utamanya ialah datang pagi sekali di hari kerja. Tujuannya untuk menghindari keramaian dan kehabisan menu makan.

Salah satu tempat di bagian belakang rumah [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Namun, ketika tiba sekitar pukul 09.00 mobil-mobil nyaris memenuhi areal parkir. Memasuki bangunan beratap limasan, orang-orang larut dengan makanan, minuman, dan perbincangan hangat dengan kelompok masing-masing. Saya cukup kesulitan untuk mendapatkan tempat yang belum “berpenghuni”. Berita yang saya dapat dari mulut ke mulut benar adanya, Kopi Klotok Pakem ngehits luar biasa.

Bagian belakang [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Menu makan berat dengan lauk rumahan yang ditata di atas meja panjang seakan melambai. Ada aneka lodeh seperti sawi, kluwih, dan tempe lombok ijo. Lalu tahu bacem, tempe garit, ayam goreng, pindang goreng tepung, telur krispi, dan sambal bajak yang seakan siap meruntuhkan deretan daftar usaha untuk diet hari ini. Untuk nasi kita bisa pilih nasi putih atau sego megono.

Aneka menu di Kopi Klotok [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Telur gimbal selalu jadi idola saya di sini. Kalau tidak ingat ancaman kolesterol mungkin saya akan melahap dua sekaligus. Telur dadar krispi ini teksturnya renyah dengan massa yang tipis. Ketika dipadu dengan sego megono rasanya enak pakai banget. Sego megono dengan aneka bumbu di dalamnya menghadirkan cita rasa gurih. Memang benar-benar keterlaluan menu yang ditawarkan di sini. Menu khas rumahan yang mungkin jamak dijumpai di dapur-dapur tradisional orang Jawa. Cita rasanya ngangenin dan menerbitkan niat untuk bisa kembali menyantapnya.

Telur krispi [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Untuk kopi, Kopi Klotok menggunakan kopi Lampung. Pegawai yang bertugas bikin kopi bilang kalau kata “klotok” itu datang dari alunan bunyi yang dihasilkan saat merebus kopi di dalam panci. Sekali jerang bisa mengisi tujuh hingga delapan gelas. Lalu kopi dibuang dan diganti dengan bubuk baru. Cukup lima menit saja dipertemukan dengan api, cairan hitam pekat itu lalu diangkat dan siap diantarkan ke meja pengunjung.

Primadona Kopi Klotok [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Saya selalu menjadikan pisang goreng, menu primadona di sini untuk teman minum kopi. Sehari beroperasi, dari pkl. 07.00 – 22.00 WIB Kopi Klotok menghabiskan sekitar 100 sisir pisang kepok. Pisang manis itu dibalut adonan tepung yang legit dan krispi. Manis bertemu manis yang anehnya malah bikin nagih. Dan yang paling tepat ialah menyantapnya langsung di sini.

Pisang-pisang dan mas penggoreng pisang [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Seorang teman yang menilai cita rasa makanan Kopi Klotok berada di peringkat “moderate” menyatakan bahwa atmosfer di sini memang juara. Furnitur yang digunakan memang klasik. Aksen-aksen tempo dulu sengaja dihadirkan lewat setrika kuno, radio lama, amben (balai-balai), kaca, atau lampu senthir. Tempatnya memang bikin betah untuk berbincang-bincang dengan teman atau kolega. Apalagi kalau cuaca cerah kita bisa memandang Merapi yang anggun di kejauhan. Pemandangan yang ditawarkan memang pas banget untuk rombongan mata yang setiap hari disuguhi kemacetan dalam rimba belantara beton.

Merapi berselimut awan [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Jika kamu pecinta dapur-dapur tradisional maka saya sarankan untuk makan di area ini. Ada seperangkat meja makan dengan kursi panjang di dekat tempat menggoreng pisang. Tak jauh dari sana, tiga dandang besar ditempatkan di atas tungku berbahan bakar kayu. Sisir demi sisir pisang diletakkan di lantai dan digantung. Dapur penggorengan ini penuh pisang meskipun juga menggoreng jadah. Klasik banget untuk dapurnya. Juara! Suasana seperti ini yang meninggalkan pesan di memori saya, “Besok harus balik lagi, datang lebih pagi!”

Dapur klasik [Sumber gambar: Kristanti Wardani]


Download aplikasi PLUNQ untuk mengikuti trip ke Kopi Klotok Jogja.