Ketika berkunjung ke pusat kota Yogyakarta seperti jalan malioboro, kita akan banyak menemukan sebuah angkutan tradisional yang berupa kereta kuda. Di Yogyakarta sendiri, kereta kuda itu diberi nama andong.

Perbedaan andong dengan delman adalah pada jumlah roda. Andong menggunakan 4 roda sedangkan delman hanya menggunakan 2 roda. Selain itu kapasitas penumpang andong juga lebih banyak atau dengan kata lain andong lebih besar daripada delman.

(sumber flickr killerturnip)

Sejarah penggunaan kereta kuda sebagai transportasi sendiri sudah ada sejak jaman kerajaan dulu. Para raja dan keluarga kerajaan menggunakan kereta kuda yang disebut kereta kencana untuk transportasi sehari-hari. Melihat kegunaan dan bentuknya yang artistik itu, para warga biasa pun mulai tertarik untuk ikut menggunakan kereta kuda sebagai alat transportasi.

Berbeda dengan andong yang boleh digunakan siapa saja dan tak ada aturannya, kereta kencana yang digunakan oleh keluarga kerajaan mempunyai aturan dan jenisnya masing. Kereta Kencana yang dinaiki seorang raja pada acara besar harus ditarik oleh 8 ekor kuda dan biasanya setiap raja mempunyai satu kereta yang hanya dipakai oleh dirinya sendiri selama masa berkuasa. Kereta Kencana yang ditarik 6 ekor kuda biasanya digunakan oleh putra mahkota sedang yang ditarik 4 ekor kuda biasanya digunakan oleh anggota keluarga kerajaan lainnya. Tamu atau kerabat biasanya menggunakan kereta kuda yang ditarik oleh 2 ekor kuda sedang rakyat biasa menggunakan kereta kuda yang ditarik 1 ekor kuda (andong).

(sumber flickr neilwade)

Untuk mengenal lebih jauh lagi koleksi Kereta Kencana Kraton Yogyakarta, kita bisa berkunjung ke Museum Kereta Keraton. Di museum ini terdapat 23 koleksi Kereta Kencana sejak jaman Sri Sultan Hamengkubuwono I (sekitar tahun 1700an) hingga sekarang. Sebagian Kereta Kencana yang menjadi koleksi Museum Kereta Keraton ini pun masih digunakan dalam berbagai upaca atau kegiatan Keraton Yogyakarta.

(sumber jogjaupdate.com)

Kalau kita berkunjung pada tanggal 1 Suro (1 Muharram), kita bisa melihat seluruh kereta ini dimandikan. Ritual memandikan kereta ini disebut jamasan dan hanya dilakukan sekali dalam setahun dengan tujuan untuk membersihkan kereta dan melestarikan budaya leluhur.

(sumber harianjogja)

Ternyata banyak hal di Yogyakarta yang bisa menjadi cerita menarik dan unik serta menambah wawasan. Bahkan sebuah kereta kuda-pun mempunyai banyak cerita di kota yang indah ini.