Udara pagi di lereng Gunung Lawu sungguh menyegarkan saat aku tiba di pelataran tempat parkir Candi Cetho. Ya candi ini memang berada di lereng Gunung Lawu, jalan yang dilalui pun sangat sulit dan curam.

Sebelum memasuki candi ini, semua pengunjung diwajibkan menggunakan sehelai kain yang diikatkan di pinggang. Candi ini sejatinya adalah pura yang masih terus dipakai untuk kegiatan keagamaan para pmeluk agama Hindu maupun para peziarah. Oleh karena itu kita harus tetap bersikap sopan di sini.

(sumber koleksi pribadi)

Sampai di gerbangnya, kita akan disambut oleh gapura berundak yang biasanya lazim kita temukan di Bali. Sebuah gapura yang sangat mencirikan bangunan Hindu.

Disusun berundak

(sumber koleksi pribadi)

Tak seperti candi lainnya di Pulau Jawa yang biasanya dibangun di tempat datar, Candi Cetho dibangun dengan gaya yang sangat berbeda yaitu berupa tingatan-tingkatan. Menurut penilitian sebenarnya ada 14 tingkatan namun sekarang tinggal tersisa 13 tingkatan.

(sumber wisatanesia.co)

Di tingkatan terluas, kita bisa melihat ada relief yang terletak di tanah yang berbentuk alat kelamin pria yang menggambarkan kesuburan. Sedangkan di tingkat-tingkat atas kita masih bisa melihat beberapa bangunan terbuat dari kayu atau pendopo beratap ijuk dengan beberapa arca didalamnya.

(sumber koleksi pribadi)

(sumber koleksi pribadi)

Sejarah dan cerita

(sumber koleksi pribadi)

Para ahli berpendapat bahwa Candi Cetho dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit yaitu sekitar abad ke-15. Hal itu menjadikan Candi Cetho mungkin adalah candi terakhir yang dibangun sebelum Islam masuk ke nusantara dan menjadi saksi terakhir eksistansi Hindu di pulau jawa pada masa itu sebelum akhirnya mereka melarikan diri kearah timur pulau jawa.

(sumber jadagram.com)

Namun banyak juga ahli yang berpendapat bahwa Candi Cetho dibuat sebelum abad ke-15. Hal itu karena ada beberapa arca berbentuk manusia yang berperawakan tidak seperti masyarakat Majapahit pada masa itu melainkan lebih kepada perawakan Bangsa Sumeria. Wajah pada arca itu pun terlihat sedih dan memelas.

Sunset yang indah

(sumber pinterest.com)

Waktu terbaik untuk menikmati keindahan candi ini sebenarnya adalah pada sore hari. Kamu bisa menikmati sunset yang sangat indah karena candi ini tepat menghadap kearah barat. Pemandangan sekitar candi juga sangat indah dan dihiasi oleh perkebenunan teh yang menyejukan.