Ini adalah lanjutan dari artikel tentang CAMILAN JOGJA YANG TAK TERMAKAN USIA part 1. dalam artikel ini kita akan membahas camilan tradisional dari tiga kabupaten yang tersisa di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kipo

(sumber jajanjogja.com)

Namanya terkesan unik bukan? Tapi camilan ini adalah salah satu camilan enak yang sempat hampir punah. Kipo terbuat dari tepung ketan dan berbentuk pipih tidak beraturan dan hanya sebesar jempol tangan. Warnanya hijau dan diolah dengan cara dipanggang.

Penamaan kipo sendiri bermula saat dahulu orang tidak tahu nama makanan ini dan selalu bertanya “iki opo?” (dalam bahasa Indonesia “ini apa?”) dan karena kebiasaan orang jawa yang sering menyingkat penyebutan sebuah kata sehingga jadilah mereka hanya bertanya “ki opo?” dan berkembang menjadi Kipo.

Geplak

(sumber dutawisata.co.id)

Geplak adalah camilan yang berasal dari bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir. Bentuknya tidak beraturan, rasanya manis dan tersaji dalam berbagai warna yang menarik.

Kalau berkunjung ke kabupaten bantul, jangan lupa untuk mencicipi camilan yang satu ini.

Gatot

(sumber gemmazani.blogspot.co.id)

Camilan yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul yang satu ini untuk masalah penampilan memang sangat tidak enak dipandang tapi untuk masalah rasa jangan ditanya lagi. Gatot terbuat dari singkong kering yang sengaja di-busuk-kan dengan cara di rendam dalam air semalaman. Gatot biasanya disajikan dengan menaburkan parutan kelapa di atasnya.

Walang Goreng

(sumber gemalahanafiah.wordpress.com)

Ya, ketika kita berada di jalan menuju Wonosari (ibukota kabupaten Gunungkidul) kita bisa melihat banyak sekali pedagang Walang (belalang) goreng di sepanjang jalan. Belalang memang banyak ditemukan di hutan Wonosari oleh karena itu penduduk setempat menjadikannya sebagai camilan yang lezat. Tapi hati-hati bagi yang punya alergi protein ya.

Geblek

(sumber wovgo.com)

Nama yang unik bukan? Camilan ini sendiri berbahan dasar ketela pohon dan bentuknya berenteng seperti rantai. Ini adalah makanan khas dari Kabupaten Kulonprogo Walau agak alot ketika digigit, rasa gurihnya pasti akan nagih di lidah. Proses pembuatannya pun mudah, tinggal goreng saja.

Growol

(sumber lungo.id)

Mungkin banyak yang tidak tahu camilan yang satu ini, tapi jika kamu berkunjung ke Kulonprogo dan bertanya ke penduduk setempat, growol adalah makanan yang sangat terkenal di sini. Bagi yang tidak pernah mencicipinya, saya yakin tidak akan mau memakannya karena growol memiliki aroma yang tidak sedap, baunya sangat pesing. Bau itu tercipta karena proses pembuatannya adalah dengan merendam ketela di air selama 4 hari.