Alkisah pada jaman dahulu hiduplah seorang putri raja bernama Roro Jonggrang. Dia merupakan putri dari Ratu (raja dalam bahasa jawa) Boko yang bertahta di Kerajaan Keraton Ratu Boko. Parasnya begitu cantik sehingga pria mana saja pasti akan terpikat kepadanya.

(sumber borobudurpark.com)

Di sebelah utara kerjaan Boko berdiri kerajaan pengging yang makmur dan subur yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana yang bernama Prabu Damar Maya. Prabu Damar Maya memiliki anak yang sangat sakti dan gagah perkasa bernama Bandung Bandawasa.

Karena keserakahannya, Raja Boko ingin menguasai kerjaan Pengging. Perang antara kerajaan Boko dan Pengging pun tak dapat terhindari dan kerajaan Pengging mengalami kerusakan yang sangat parah akibat serangan dari Boko. Hal ini membuat Prabu Damar Maya mengutus anaknya langsung untuk menghalangi gempuran dari Raja Boko.

Berkat kesaktian yang dimilikinya, Bandung Bandawasa mampu mengalahkan Raja Boko. Melihat rajanya kalah, Gupolo kembali ke Keraton Ratu Boko sambil di kejar oleh Bandung Bandawasa. Setibanya di Keraton Ratu Boko, Bandung Bandawasa mengurungkan niatnya untuk membantai karena melihat Roro Jonggrang yang begitu cantik. Bandung Bandawasa pun ingin mempersunting Roro Jonggrang sebagai istrinya.

Tawaran itu awalnya ditolak mentah-mentah oleh Roro Jonggrang, namun akhirnya ia berubah pikiran dan mengatakan bahwa ia bersedia menikahi Bandung Bandawasa asalkan Bandung Bandawsa bisa membuat 1000 canti untuk dirinya dalam satu malam. Mendengar tantangan itu, Bandung Bandawasa yang sangat sakti mandraguna segera menyanggupinya.

(sumber crosroadz.com)

Saat malam tiba, Bandung Bandawasa dibantu dengan pasukan jin-nya mulai membangun 1000 candi seperti yang diminta Roro Jonggrang. Karena pasukan jinnya sangat banyak, sebelum pagi jumlah candi yang sudah selesai dibangun sudah mencapai 999. Melihat hal itu, Roro Jonggrang yang sebenarnya tidak mau diperistri pun mencari cara agar Bandung Bandawasa tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Roro Jonggrang kemudia membangunkan para wanita untuk menumbuk padi dan membakar jerami di sisi timur. Mendengar suara tumbukan padi dan cahaya di timur, para pasukan jin milik Bandung Bandawasa merasa ketakutan karena mereka menyangka hari sudah hampir pagi. Mereka pun bergegas kembali masuk ke hutan karena mereka sangat takut dengan cahaya matahari.

Merasa ditipu dan dicurangi, Bandung Bandawasa marah besar. Candi yang sudah dia kerjakan semalaman ternyata kurang satu buah. Karena emosinya, dia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca pada candi ke-seribu sebagai pelengkap pekerjaannya.

(sumber crosroadz.com)