Bagian atas Regon Donopratopo [Sumber: Kristanti Wardani]

Keraton Jogja jadi destinasi wajib jika kamu berkunjung ke Jogja. Lonely Planet menyebutnya sebagai jantung kebudayaan dan kehidupan politik di Jogja.  Dikelilingi oleh tembok tinggi, kompleks tempat tinggal raja Jogja ini punya bangunan-bangunan dengan arsitektur indah dan memukau. Nah, sebelum berkunjung ke sana ada beberapa hal yang harus kamu tahu:

  1. Punya Dua Loket Masuk

Banyak yang tidak tahu bahwa istana raja yang juga tempat wisata ini punya dua akses untuk turis. Yang pertama ialah Tepas Keprajuritan, tempat kamu bisa menikmati Bangsal Pagelaran dengan ornamen yang raya. Lalu, yang kedua ialah Tepas Pariwisata di Regol Keben. Jika masuk lewat sini kamu bisa mengeksplorasi bagian dalam keraton yang juga berdekatan dengan tempat tinggal sultan.

Bangsal Pagelaran [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

  1. Tempat Tinggal Empat Museum

Selain arsitektur yang memukau dan penuh makna filosofi, di dalam area keraton kamu bisa mengunjungi beberapa museum. Di dalamnya ada Museum Batik dengan koleksi batik-batik yang pernah dikenakan oleh beberapa sultan beserta keluarganya. Lalu ada Museum Lukisan tempat beberapa lukisan karya Raden Saleh dipajang. Kemudian ada Museum Kristal tempat koleksi barang-barang seperti perlengkapan makan dan minum, lampu, jam, guci, dan vas bunga yang dimiliki oleh keraton Jogja dan kebanyakan berasal dari luar negeri. Yang terakhir ialah Museum Sri Sultan HB IX yang menuturkan kisah hidup raja Jogja yang kesembilan itu.

Gedung Museum Lukisan Keraton Jogja [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

  1. Tradisi Patehan

Biasanya di keraton setiap pukul 6 pagi, 11 siang, dan 4 sore ada upacara minum teh di keraton yang sudah dilangsungkan turun temurun. Tradisi yang dikenal sebagai Patehan ini dipersiapkan oleh abdi dalem pilihan. Kamu akan menjumpai beberapa orang abdi dalem perempuan yang berjalan dari dalam Keputren menuju gedong Patehan. Mereka akan membawa teh dari tempat itu menuju Gedong Kuning. Nah, kamu harus cari waktu kunjungan yang pas jika ingin menyaksikan tradisi patehan ini.

Tradisi Patehan [Sumber gambar: Kristanti Wardani]

  1. Prasasti Tionghoa

Jangan tergesa-gesa jika sudah berada di dalam kompleks Keraton Jogja. Santai saja dan nikmati tiap momen menarik di sini. Salah satu hal yang perlu kamu lihat ialah prasasti tionghoa yang berada di dekat Bangsal Trajumas. Prasasti itu menunjukkan hubungan baik antara Sultan dan komunitas Tionghoa di Jogja.

[Sumber gambar: Kristanti Wardani]

  1. Latihan Tari Klasik

Setelah menikmati lukisan Raden Saleh, kamu bisa beristirahat sebentar di pendopo sambil melihat latihan menari tari klasik Jawa. Para penari mengenakan kostum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Latihan ini diiringi oleh para pemusik yang memainkan seperangkat gamelan. Jadi, selain melihat tarian Jawa kamu juga menikmati alunan musiknya. Latihan ini dilangsungkan tiap hari Minggu pkl. 10.00 – 12.00.

  1. Resto Bale Raos

Resto ini menawarkan menu-menu favorit para raja. Setelah berkeliling Keraton Jogja, tak ada salahnya jika singgah sebentar ke sini. Masuklah ke gerbang yang dijaga dua naga dengan ekor saling melilit. Bale Raos ada di sisi kananmu. Di sini kamu bisa melepas lelah sambil mencicipi menu-menu klasik kerajaan dengan atmosfer Jawa yang kental.

[Sumber gambar: Kristanti Wardani]

Gunakan aplikasi PLUNQ untuk merekam perjalananmu. Bagikan tripmu kepada jejaringmu 🙂